Sabtu, 25 Mei 2013

Banjir Di Maulaboh Aceh Barat


BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar belakang
Hampir seluruh negara di dunia mengalami masalah banjir, tidak terkecuali di negara-negara yang telah maju sekalipun. Masalah tersebut mulai muncul sejak manusia bermukim dan melakukan berbagai kegiatan di kawasan yang berupa dataran banjir (flood plain) suatu sungai.
Sehubungan dengan cara untuk mencoba menanggulangi banjir tersebut, maka berbagai masalah penyebab banjir pun mulai muncul dari masalah curah hujan yang tinggi, peluapan air yang berlebihan, penebangan hutan, serapan air yang buruk. Dan warga yang terkena banjir selalu mengambil strategi sendiri untuk menanggulangi banjir ketika banjir datang ke rumah mereka.
Dengan begitu banyak masalah yang dapat mengakibatkan banjir. Maka pentingnya melakukan penulisan untuk membahas penyebab banjir di daerah tersebut, maka makalah ini berjudul “ Banjir Meulaboh Kabupaten Aceh Barat “.

B.     Tujuan Makalah
Makalah yang kami susun dengan judul  BANJIR MEULABOH KABUPATEN ACEH BARAT bertujuan untuk mengetahui tentang :
penyebab terjadinya banjir dan cara menangulanginya.

C.    Perumusan Masalah
Berdasarkan tujuan makalah diatas, maka masalah-masalah yang di bahas dapat di rumuskan sebagai berikut :
a.       Pengertian banjir ?
b.      Apa penyebab banjir ?
c.       Bagaimana cara menanggulangi banjir ?


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Banjir
Banjir merupakan fenomena alam yang biasa terjadi di suatu kawasan yang banyak dialiri oleh aliran sungai. Secara sederhana banjir dapat didefinisikan sebagainya hadirnya air di suatu kawasan luas sehingga menutupi permukaan bumi kawasan tersebut.
Dalam cakupan pembicaraan yang luas, kita bisa melihat banjir sebagai suatu bagian dari siklus hidrologi, yaitu pada bagian air di permukaan Bumi yang bergerak ke laut. Dalam siklus hidrologi kita dapat melihat bahwa volume air yang mengalir di permukaan Bumi  dominan ditentukan oleh tingkat curah hujan, dan tingkat peresapan air ke dalam tanah. Air hujan sampai di permukaan Bumi dan mengalir di permukaan Bumi, bergerak menuju ke laut dengan membentuk alur-alur sungai. Alur-alur sungai ini di mulai di daerah yang tertinggi di suatu kawasan, bisa daerah pegunungan, gunung atau perbukitan, dan berakhir di tepi pantai ketika aliran air masuk ke laut.
Definisi banjir dalam pembahasan ini adalah banjir yang melanda sebagian wilayah di Aceh Barat hampir melumpuhkan seluruh aktifitas masyarakat seperti terjadi pada beberapa minggu yang lalu. Hujan deras yang mengguyuri wilayah Barat Aceh semenjak Jumat (5/4/2013) membuat sejumlah sungai meluap. Akibatnya, tak kurang dari 1.000 rumah di tujuh Kecamatan Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh terendam banjir.
Tujuh kecamatan yang terendam banjir di antaranya Kecamatan Johan Pahlawan 4 Desa, Meureubo 7 Desa, kaway.XVI 3 Desa, Woyla Barat 12 Desa, Woyla Timur 16 Desa, Arongan 4 Desa, Panton Rue 7 Desa,Sungai Mas 3 Desa, pante Cermin 7 Desa. Ketinggian air bervariasi dari 1 meter hingga 1,5 meter, tergantung di mana tempatnya. Akibat banjir besar ini ribuan penduduk di kawasan itu terpaksa mengungsi ke tempat tinggi, namun sebagian warga masih enggan meninggalkan rumahnya, selain juga ada yang mengungsi ke rumah kerabatnya di daerah lebih tinggi di Aceh Barat.
Banjir paling parah melanda kawasan Kecamatan Woyla dengan ketinggian air mencapai satu meter lebih di atas badan jalan, sehingga pengguna jalan via Meulaboh-Aceh Jaya khususnya mobil pick-up dan L-300 terkurung di kawasan itu tidak bisa melanjutkan perjalanan. Akibat banjir pengemudi kendaraan beroda empat berbalik arah mengambil jalan lama untuk menuju ke Kabupaten Aceh Jaya, karena mobilnya tidak mampu melintasi derasnya air banjir di kawasan Kecamatan Sama Tiga, karena ketinggian sekitar 60 cm di atas badan jalan.
Sementara untuk kendaraan roda dua yang terkurung bisa ditolong dengan menggunakan jasa rakit terbuat dari perahu warga setempat cukup dengan membayar Rp 20.000/sepeda motor untuk mengarungi sekitar satu kilometer jalan yang terendam banjir.
Korban banjir di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, kini menjadi 44.662 jiwa atau bertambah 3.000 orang karena terimbas dari luapan dua sungai besar di wilayah itu.

B.     Faktor Penyebab Terjadinya Banjir
Di tinjau dari letak geografis, kondisi topografi, iklim, faktor demografi, dan kondisi sosial masyarakat, maka kemungkinan terjadinya banjir di Indonesia khususnya Aceh Barat cukup besar. Banjir dapat setiap saat terjadi dan sulit di perkirakaan intesitasnya, tempat, waktu baik pada daerah yang sudah ditangani dan belum sempat di tangani.
Peristiwa banjir tidak akan menjadi masalah sejauh banjir tidak menimbulkan gangguan atau kerugian yang berarti bagi kepentingan manusia. Fenomena banjir disebabkan oleh tiga faktor yaiut kondisi alam, peristiwa alam, dan kegiatan manusia.
Berikut merupakan penyebab banjir di Aceh Barat :
a.       Tinggi nya curah hujan .
b.      Meluapnya sungai Meureubo dan Woyla akibat kiriman air dari hulu.  
c.       Pembangunan infrastruktur yang tumpang tindih antara Dinas Pengairan dan Dinas Bina Marga. Pihak Bina Marga membangun jalan, banyak saluran pembuangan ditutup, sementara ketika diminta perbaiki berdalih bukan kewenangannya melainkan Dinas Pengairan.
d.      Alih fungsi lahan 

C.    Dampak yang ditimbulkan oleh banjir

      Peristiwa banjir tidak akan menjadi masalah sejauh banjir tidak menimbulkan gangguan atau kerugian yang berarti bagi kepentingan manusia.
Banjir yang melanda daerah ini telah menyebabkan
1.      Rumah  rusak gara-gara terendam banjir.
2.      Air bersih sulit dicari,
3.      berkurangnya pasokan makanan bagi tumbuhan, hewan, mengakibatkan tanaman hancur akibat terendam banjir.
4.      Hilangnya nyawa, kerusakan bangunan, kerusakan pada sejumlah fasilitas publik dan harta benda milik masyarakat.
5.      Barang-barang perabotan rumah tangga hanyut dan rusak.
6.      Empat jembatan hancur meliputi di Desa Blang Dalam, Woyla Timur sebanyak 2 jembatan, Twi Empat Woyla Timur 1 jembatan, dan Gunong Hampa Woyla 1 jembatan.
7.      Terputusnya arus transportasi darat Meulaboh-Tutut, Meulaboh–Kuala Bhee di Kabupaten Aceh Barat sepanjang 2 km rusak. karena ketingian air di badan jalan hampir satu meter
8.      Fasilitas lainya serta banyak juga harta milik masyarakat yang disapu banjir seperti tanaman padi yang baru siap dipanen serta mau dipanen menjadi korban hampir seluruh kecamatan.
9.      Total kerugian yang sudah dihitung saat ini akibat banjir melanda Aceh Barat mencapai Rp 7, 1 miliar.




D.    Keuntungan Banjir
         Dari berbagai dampak negatif yang ditimbulkan, ternyata banjir (banjir air skala kecil) juga dapat membawa banyak keuntungan, seperti mengisi kembali air tanah, menyuburkan serta memberikan nutrisi kepada tanah. Air banjir menyediakan air yang cukup di kawasan kering dan semi-kering yang curah hujannya tidak menentu sepanjang tahun. Banjir menambahkan banyak nutrisi untuk danau dan sungai yang semakin memajukan industri perikanan pada tahun-tahun mendatang, selain itu juga karena kecocokan dataran banjir untuk pengembangbiakan ikan (sedikit predasi dan banyak nutrisi).

E.     Penanggulangan banjir 

Apakah kita akan terus - menerus membiarkan kondisi tidak sehat terjadi di daerah - daerah yang rawan banjir. Tentunya tidak. Itu sebabnya, kita dan pemerintah harus mencari cara menanggulangi banjir meskipun sebenarnya cara tersebut sudah ada, kita tinggal merealisasikannya.
Berikut ini beberapa cara untuk menanggulangi banjir :
1.      Memfungsikan sungai dan selokan sebagaimana mestinya. Sungai dan selokan adalah tempat aliran air, jangan sampai fungsinya berubah menjadi tempat sampah.
2.      Larangan membuat rumah di dekat sungai. Biasanya, yang mendirikan rumah di dekat sungai adalah para pendatang yang datang hanya dengan modal nekat. Akibatnya, keberadaan mereka bukannya membantu peningkatan perekonomian. Malah sebaliknya merusak lingkungan. Itu sebabnya, pemerintah seharusnya tegas melarang membuat rumah di dekat sungai dan melarang orang – orang tanpa tujuan tidak jelas datang ke kota dalam jangka waktu lama (untuk menetap).
3.      Menanam pohon dan pohon – pohon yang tersisa tidak di tebangi lagi. Pohon adalah salah satu penompang kehidupan di suatu kota. Bayangkan, bila sebuah kota tidak penetralisasi pencemaran udara di siang hari, sebagai pengikat air di saat hujan melalui akar-akarnya. Bila sudah tidak ada  lagi pohon, bisa di bayangkan apa yang akan terjadi bila hujan tiba.

Cara menanggulangi banjir tersebut bisa di lakukan saat ini juga. Bila tidak sekarang, kapan lagi. Kita semua wajib memikirkan cara menanggulangi banjir. Bagaimanapun, hal itu adalah tanggung jawab bersama.





BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Banjir merupakan fenomena alam yang biasa terjadi di suatu kawasan yang banyak dialiri oleh aliran sungai. Banjir yang melanda daerah ini telah menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas publik dan harta benda milik masyarakat.
Dari berbagai dampak negatif yang ditimbulkan, ternyata banjir (banjir air skala kecil) juga dapat membawa banyak keuntungan, seperti mengisi kembali air tanah, menyuburkan serta memberikan nutrisi kepada tanah. Air banjir menyediakan air yang cukup di kawasan kering dan semi-kering yang curah hujannya tidak menentu sepanjang tahun. Mencegah dan menanggulangi banjir tak dapat dilakukan oleh pemerintah saja atau orang perorang saja. Dibutuhkan komitmen dan kerjasama berbagai pihak untuk menghindarkan dari banjir besar.

B.     SARAN
Dalam menanggulangi banjir setiap selokan diberi jaring yang dipasang dalam jarak tertentu untuk menampung sampah-sampah yang ada di selokan, dan kalau bisa, setiap sungai juga di beri jaring dalam ukuran yang sesuai. Dan dalam jangka waktu tertentu, jaring tersebut harus diangkat untuk diambil sampah-sampah yang tertampung agar saluran selokan tidak tersumbat.
Untuk lebih memaksimalkan penanggulangan banjir, lebih baik pemukiman penduduk di pinggir sungai atau pun daerah rawan banjir dialihkan ke tempat yang layak.






DAFTAR PUSTAKA

http://www.serambi Indonesia.com/

http://news.okezone.com/read/2013/04/07/340/787552/redirect

http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2013/04/08/22273/endapan_hulu_
sungai_penyebab_banjir_di_aceh_barat/#.UYk_4-SR7yY

http://id.wikipedia.org/wiki/Banjir#Keuntungan

http://www.anneahira.com/cara-menanggulangi-banjir.htm

http://dhesy-dhessy.blogspot.com/2012/01/cara-menanggulangi-banjir.html

0 komentar:

Poskan Komentar