Jumat, 30 Maret 2012

Sistem Drainase Perkotaan

Drainase merupakan salah satu fasilitas dasar yang dirancang sebagai sistem guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan merupakan komponen penting dalam perencanaan kota (perencanaan infrastruktur khususnya). Berikut beberapa pengertian drainase : Menurut Dr. Ir. Suripin, M.Eng. (2004;7) drainase mempunyai arti mengalirkan, menguras, membuang, atau mengalihkan air. Secara umum, drainase didefinisikan sebagai serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan/atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal. Drainase juga diartikan sebagai usaha untuk mengontrol kualitas air tanah dalam kaitannya dengan salinitas. Drainase yaitu suatu cara pembuangan kelebihan air yang tidak diinginkan pada suatu daerah, serta cara-cara penangggulangan akibat yang ditimbulkan oleh kelebihan air tersebut. (Suhardjono1948:1) Dari sudut pandang yang lain, drainase adalah salah satu unsur dari prasarana umum yang dibutuhkan masyarakat kota dalam rangka menuju kehidupan kota yang aman, nyaman, bersih, dan sehat. Prasarana drainase disini berfungsi untuk mengalirkan air permukaan ke badan air (sumber air permukaan dan bawah permkaan tanah) dan atau bangunan resapan. Selain itu juga berfungsi sebagai pengendali kebutuhan air permukaan dengan tindakan untuk memperbaiki daerah becek, genangan air dan banjir. Kegunaan dengan adanya saluran drainase: Mengeringkan daerah becek dan genangan air sehingga tidak ada akumulasi air tanah. Menurunkan permukaan air tanah pada tingkat yang ideal. Mengendalikan erosi tanah, kerusakan jalan dan bangunan yang ada. Mengendalikan air hujan yang berlebihan sehingga tidak terjadi bencana banjir. Sebagai salah satu sistem dalam perencanaan perkotaan, maka sistem drainase yang ada. Jenis – jenis drainase : • Menurut sejarah terbentuknya : 1. Drainase alamiah (natural drainage) Terbentuk secara alamiah , tidak terdapat bangunan penunjang 2. Drainase buatan (artificial drainage) Dibuat dengan tujuan tertentu, memerlukan bangunan khusus • Menurut letak bangunan : 1. Drainase permukaan tanah (surface drainage) Suatu system pembuangan air untuk menyalurkan air dipermukaan tanah. Hal ini berguna untuk mencegah adanya genangan. 2. Drainase bawah permukaan tanah (subsurface drainage) Suatu sistem pembuangan untuk mengalirkan kelebihan air dibawah tanah. Pada jenis tanaman tertentu drainase juga bermanfaat untuk mengurangi ketinggian muka air tanah sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. • Menurut fungsi : 1. Single purpose Suatu jenis air buangan : air hujan, limbah domestic, limbah industri dll 2. Multi purpose Beberapa jenis air buangan tercampur • Menurut kontruksi : 1. Saluran terbuka 2. Saluran tertutupl dengan istilah sistem drainase perkotaan Beberapa masalah yang dihadapi pada Bangunan drainase di antaranya; (a) terjadinya kerusakan pada drainase tersebut dan kurangnya pemeliharaan terhadap sistem saluran, (b) tidak cukup terdapatnya gorong-gorong (culvert) pada simpang Jalan Laswi-Sukabumi hingga berakibat aliran air tak bisa cepat dibuang ke sungai dan melimpah di permukaan jalan, (c) terlalu kecilnya penampang saluran, khususnya di ruas Jalan Laswi, (d) sangat sedikitnya terdapat inlet got tepi (gutter inlet), kalaupun ada tetapi tidak bisa berfungsi maksimal untuk memasukkan air ke dalam drainase samping karena pada umumnya sudah tertutup oleh sampah, endapan lumpur dan overlay badan jalan, (e) kurangnya pengawasan dan pemeliharaan secara rutin dari pihak terkait, dalam hal ini Dinas Kebersihan dan Pertamanan serta Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, sehingga terbukti drainase dan jalan khususnya di persimpangan Jalan Laswi-Sukabumi sudah membutuhkan perhatian dan penanganan serius, (f) masih kurangnya partisipasi masyarakat khususnya yang tinggal di sekitar lokasi tersebut terutama dalam hal pemeliharaan kebersihan lingkungan. SUMBER :GOOGLE.COM

0 komentar:

Poskan Komentar