Selasa, 30 April 2013

Tujuan irigasi (bahan kulyah Unmuha)


Tujuan dari Irigasi adalah sebagai berikut:
1.   Membasahi tanah.
      Tanah yang dijadikan sawah perlu pembasahan yang memungkinkan tanaman mampu menghisap air dari tanah tersebut, karena air sangat dibutuhkan tanaman sebagai:
Ø   Pelarut mineral makanan dari tumbuhan.
Ø   Bahan pembentuk tubuh dari tanaman.
Ø   Zat penghancur tanaman.
Ø   Penyubur tananaman.
Ø   Bahan yang memungkinkan adanya proses Biokimia yanf dapat    mengubah zat-zat makanan.
2.   Memupuk tanah.                                        
      Air yang mengalir akan melarutkan yang ada dalam tanah, lumpur juga unsur yang diangkut oleh air, maka hal ini dapat berfungsi sebagai pupuk yang perlu di perhatikan adalah dalam perencanaan irigasi agar unsur hara yang ada pada air dapat terbagi rata, sedapatnya aliran melalui daerah yang banyak mngandung unsur hara dan segala nutrient yang mana dapat diendapkan pada tempat tanaman hal ini menyangkut soal kecepatan untuk keperluan pemupukan.

3.   Meninggikan tanah.
      Air yang mengandung Lumpur kita alirkan dan endapkan ditempat yang rendah. Bila Lumpur telah mengendap, air bersih kita alirkan ke luar. Bila untuk meninggikan tanah, Lumpur yang diangkut harus Lumpur yang subur dan bila tujuannya untuk meningkatkan kesehatan yang diangkut dapat juga berupa pasir.

4.   Mengatur suhu tanah.
      Tanaman sangat peka terhadap goncangan suhu tanah yang terlalu kuat sehingga tanaman dapat mati, disini air mempunyai kemampuan untuk meratakan suhu.


5.   Membersihkan tanah.
      Dengan jalan pengairan (irigasi) kita dapat memasukan air kedalam tanah, karena dalam tanah bila terlalu banayak garam-garam dapat merupakan racun.
6.   Menambah air tanah.
      Dalam hal ini air hujan merupakan sumbar air pada tanaman, bila air tanah terlalu rendah maka kita dapat meninggikan/menaikkan air kapiler sehingga dapat dicapai oleh akar-akar tanaman.

7.      Perikanan.
Penyediaan air untuk perikanan perlu diperhatikan yaitu dengan mengatur sedemikian rupa sehingga air untuk sawah sekaligus untuk perikanan, karena kita ketahui bahwa padi termaksud tanaman rawa yang selalu tergenang air, sehingga suplai padi dan ikan dapat disatukan meskipun kepentingan tidak sama.
Dalam hal ini yang kita pakai adalah yang besar/membutuhkan air yang lebih banyak.

1.2    RUANG LINGKUP
            Irigasi merupakan system penyediaan dan pengaturan air untuk pertanian, sumber air irigasi biasanya dari air permukaan atau air tanah.
            Sumber air irgasi yang berasal dari air permukaan antara lain sungai yang dibendung, waduk, danau atau rawa, sedangkan sumber air sungai yang berasal dari air tanah dapat diambil dari air tanah dangkal atau air tanah dalam.
            Pada prinsipnya, system irigasi terdiri atas sumber air, bangunan pengambilan (intake), saluran primer, saluran sekunder, saluran kuarter, dan saluran pembuang. Bangunan-bangunan antara lain: bangunan bagi, bangunan sadap, bangunan ukur, bangunan bagi sadap, terjunan dan siphon.


Syarat-syarat penggunaan irigasi:
a.       Ada sumber air yang cukup.
b.      Kualitas air memenuhi untuk pertanian.
c.       Ada daerah yang berpotensi dijadikan sawah.
d.      Ada petani penggarap.
e.       Tanah daerah tersebut cocok untuk tanaman.
f.       Ada pemasaran produksi.

Didalam perencanaan tersebut diperlukan pekerjaan-pekerjaan persiapan meliputi:
Ø  Kumpulan data.
Ø  Survey dan peta situasi.
Ø  Survey.
Ø  Survey geoteknik yang meliputi:
·  Penyediaan geologi lapisan bawah tanah.
·  Data geologi permukaan.
·  Sumur uji, terutama dilokasi bendungan.
Ø  Untuk mendesain bendung diperlukan data-data sebagai berikut:
·  Kebutuhan irigasi.
·  Debit andalan                    debit yang dijadikan
                                dasar perhitungan            .
· Debit banjir rencana                  debit yang dipergunakan untuk             menghitung pintu limpasan (Spill way).
·  Penentu elevasi mercu bendung.
Ø  Desain bangunan, yaitu terdiri dari:
·  Bangunan pengukur debit.
·  Bangunan pengatur tinggi muka air.
·  Bangunan bagi dan sadap.
·  Bangunan pembawa, termasuk bangun terjun, talang, siphon, jembatan, saluran dan terowongan.
Dalam pelaksanaannya untuk melakukan perencanaan dilakukan pekerjaan-pekerjaan yang terdiri dari:
1.   Pekerjaan persiapan.
      Pekerjaan persiapan meliputi kegiatan-kegiatan:
·  Pembersihan lapangan.
·  Pengukuran untuk m,emperoleh gambaran situasi di lapangan.
            2.   Pekerjaan tanah meliputi:
·  Pekerjaan striping yaitu pengupasan permukaan tanah.
·  Galian yaitu dilakukan pada saluran-saluran yang melintasi daerah-daerah yang elevasinya lebih tinggi dari elevasi saluran.
Timbunan yaitu dilakukan pada daerah lintasan saluran yang elevasinya rendah berbentuk cekungan.

0 komentar:

Poskan Komentar